JOMBANG – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pondok Pesantren Al-Amanah Putra Bahrul Ulum berlangsung meriah pada Jumat (23/10/2026) malam. Bertempat di halaman pondok pesantren, kegiatan yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB setelah salat Isya tersebut menghadirkan beragam penampilan santri, mulai dari atraksi bela diri, puisi berantai, hingga drama kolosal yang sarat makna.
Mengusung tema “Berilmu dalam Mengkaji, Bijak dalam Mengikuti”, kegiatan ini melibatkan seluruh santri dan panitia PP Al-Amanah Putra. Peringatan tersebut menjadi wadah bagi para santri untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki melalui berbagai pertunjukan seni dan keterampilan.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sejumlah penampilan yang telah dipersiapkan untuk memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun ini.
Suasana halaman pondok pesantren mulai dipenuhi antusiasme ketika perwakilan bela diri pondok menampilkan olahraga seni tunggal muda. Para santri memperlihatkan beragam atraksi bela diri yang mengundang perhatian dan kekaguman para hadirin.
Sejumlah atraksi yang ditampilkan di antaranya memecahkan bata, berjalan di atas bata berapi, serta berbagai pertunjukan seni bela diri lainnya. Keterampilan para penampil dalam memperagakan setiap atraksi membuat suasana semakin semarak.
Antusiasme penonton kemudian berlanjut pada penampilan puisi berantai yang menghadirkan suasana berbeda. Tiga aktor tampil dengan memerankan karakter seorang pemuda yang sedang jatuh cinta, seorang santri, dan seorang penjual gorengan.
Perpaduan karakter tersebut menghadirkan cerita jenaka yang mengundang gelak tawa para penonton. Melalui penampilan ini, para santri tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dalam mengolah cerita dan memainkan peran.
Puncak peringatan Hari Santri Nasional 2026 di PP Al-Amanah Putra Bahrul Ulum ditandai dengan pertunjukan drama kolosal. Penampilan tersebut memadukan unsur humor, realitas kehidupan pesantren, serta nilai-nilai kehidupan yang sarat makna.

Melalui drama kolosal, para santri menghadirkan gambaran kehidupan pesantren dalam balutan cerita yang menghibur sekaligus menyampaikan pesan moral. Perpaduan antara humor dan realitas kehidupan santri menjadikan pertunjukan ini sebagai salah satu penampilan yang paling dinantikan dalam rangkaian acara.
Ketua Panitia, Bayu, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tidak semata-mata menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.
“Alhamdulillah, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini bisa menjadi wadah bagi teman-teman santri untuk berpartisipasi dan menunjukkan kreativitasnya. Kami ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh santri sekaligus menyampaikan nilai-nilai kepesantrenan,” ujar Bayu.
Ia berharap, melalui berbagai penampilan yang disuguhkan, para santri dapat semakin memahami makna tema yang diusung dalam peringatan tahun ini.
Tema “Berilmu dalam Mengkaji, Bijak dalam Mengikuti” menjadi pengingat bagi para santri untuk terus memperdalam ilmu pengetahuan sekaligus bijak dalam menyikapi berbagai perkembangan di lingkungan sekitar.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Agus M. Chusain Murtadlo, selaku pembina pondok pesantren yang hadir dalam acara tersebut.
Melalui kegiatan ini, PP Al-Amanah Putra Bahrul Ulum tidak hanya memperingati Hari Santri Nasional sebagai agenda tahunan, tetapi juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan kreativitas, mempererat kebersamaan, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan pesantren dalam keseharian.
(Red: Muhammad Aldo Raihansya)
Tinggalkan Komentar