Info Pondok
Sabtu, 24 Okt 2026
24 Oktober 2026

Drama Kolosal Santri Al-Amanah Angkat Perjuangan Mbah Nyai Khodijah pada HSN 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 Kategori : Berita / Kegiatan

JOMBANG — Santri kelas akhir 2027 Pondok Pesantren Al-Amanah Putri Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, mementaskan drama kolosal bertema “Jejak Perjuangan Perempuan, Cahaya Ilmu yang Tak Lekang oleh Zaman” dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Jumat (23/10/2026).

Pementasan yang ditampilkan setelah persembahan syi’ir ini mengangkat perjuangan Mbah Nyai Nur Khodijah dalam merintis pendidikan pesantren bagi perempuan di Denanyar, Jombang.

Mengenang Perjuangan Mbah Nyai Khodijah

Nyai Nur Khodijah merupakan putri KH Hasbullah Said dan Nyai Lathifah, sekaligus adik kandung KH Abdul Wahab Chasbullah. Bersama suaminya, KH Bisri Syansuri, beliau merintis pendidikan pesantren bagi perempuan di Denanyar sejak 1919.

Kisah perjuangannya menjadi inspirasi bagi para santri untuk memahami pentingnya pendidikan perempuan serta peran mereka sebagai penuntut ilmu, pendidik, dan pembangun peradaban.

Filosofi dan Pesan Perjuangan

Drama kolosal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap keteguhan Mbah Nyai Khodijah dalam memperjuangkan pendidikan di tengah keterbatasan zaman. Kisah ini merefleksikan bahwa perjuangan tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari keyakinan, pengorbanan, dan keteguhan hati.

Bagi santri kelas akhir, berakhirnya masa pendidikan bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal untuk mengamalkan ilmu, menjaga akhlak, serta menebarkan manfaat bagi masyarakat. Momentum Hari Santri Nasional pun menjadi pengingat bahwa menghormati sejarah bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga meneruskan nilai-nilai perjuangan melalui karya, keteladanan, dan pengabdian demi masa depan bangsa.

Harapan Santri Kelas Akhir

Melalui pementasan tersebut, santri kelas akhir berharap dapat meneladani perjuangan Mbah Nyai Khodijah dan menginspirasi santri lainnya.

“Kami berharap setelah adanya penampilan kali ini, kami selaku santri kelas akhir bisa meneladani sosok Mbah Nyai Khodijah untuk kehidupan kami kedepannya, dan semoga bisa menginspirasi para santri yang lain,”

Pementasan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan para pendahulu harus terus dilanjutkan melalui pendidikan, pengamalan ilmu, dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar