Info Pondok
Selasa, 16 Jul 2024
4 Juli 2023

Riyadloh Menata Kehidupan Baru : Kedatangan Santri Baru 2023

Selasa, 4 Juli 2023 Kategori : Berita

Senin, 03 Juli 2023 – Pondok Pesantren Al Amanah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menyambut kedatangan santri baru ajaran 2023/2024. Untuk menyambut kedatangan para santri baru, diadakan acara silaturahmi walisantri baru bersama pengasuh di GSG Hasbullah Sa’id. Selain dihadiri oleh para walisantri baru, acara ini juga dirawuhi oleh   guru-guru dari Madrasah Ilmu Al Qur’an.

 

Halaman GSG Hasbullah Said YPPBU terlihat penuh oleh kendaraan wali santri yang antusias mengantarkan para putra-putrinya. Jumlah pendaftar tahun ini meliputi 66 santri putra dan 123 santri putri dengan perincian santri tingkat MTs sebanyak , santri tingkat Aliyah  dan santri tingkat kuliah sebanyak 5 orang.

 

Acara yang dihadiri tidak kurang dari sekitar 180 walisantri ini dimulai dengan pra acara oleh Grup Shalawat Al Banjari Rodlotur Radliyah.  Pra acara oleh tim al banjari raoudlotur rodliyah dimulai pada pukul 13.00. Lalu dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Nizarul Alim, santri PP Al Amanah. Dilanjutkan pembacaan tawassul oleh Abah KH. Abdul Kholiq Hasan, M.Hi. Al Hafidz dan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Addin Mustaqiem, S.Pd. I, Kepala Madrasah Ilmu Al-Qur’an.

 

Sebelum memulai tahlil, ustadz Addin meminta seluruh yang hadir untuk menambah satu bacaan fatihah yang dikhususkan untuk Abah dan Ibu Nyai agar kuat membimbing para santri.

 

kulo nyuwun tambahan fatihah kagem abah dan ibu putra putri agar pinaringan sehat wal afiyat, diberi umur panjang barakah, dan saget istiqomah membimbing kita semua menghantarkan putra putri kita menjadi orang yang anfauhum linnas

 

Setelah pembacaan tahlil usai, acara disusul dengan sosialisasi kegiatan santri dan peraturan pondok pesantren oleh perwakilan pengurus pondok pesantren. Pada tahun ini, sambutan perwakilan wali santri disampaikan oleh Bapak Muhammad Nafi’ yang merupakan walisantri dari Fina Dzakiyatul Ulya, santri kelas 10 Madrasah Aliyah Ilmu Al-Qur’an. Beliau menitipkan dan memasrahkan segenap calon santri baru kepada pengasuh.

 

“Semoga anak-anak kami betah di pondok dan belajar sebaik-baiknya. Sami’na wa ata’na mentaati peraturan yang ada dan harapan terbesar kami ketika lulus menjadi orang-orang yang bermanfaat bagi semuanya.”

 

Pada acara ta’aruf pengasuh dengan walisantri baru, salah satu hal yang menjadi moment penting yaitu pembacaan ijazah yang didapat dari almaghfurlah Romo KH. Muhammad Djamaluddin Ahmad agar anak atau murid menjadi anak yang sholih sholihah dan memiliki ilmu yang bermanfaat. Maka yang harus dilakukan selain ikhtiar dhohir adalah ikhtiar batin. Ikhtiar bathin yang dilakukan segenap orang tua yang ingin memondokkan bisa dengan mengamalkan ijazah ini.

 

“Putra putrinya yang masuk dipondok diridloi, dipun ikhlasaken dan dimaafkan dari kesalahan yang masih teringat dibenak panjenengan agar ketika masuk kepondok sudah tidak ada kesalahan kepada panjenengan. Biar masuk pondoknya diberi kemudahan, kelancaran  dan senang menjalani kehidupan dihari yang akan datang dipenuhi dan maunah dan ridlo Allah SWT. Karena santri juga sudah diriyadloh dipondok dengan melakukan kegiatan-kegiatan baik yang sudah ada. Maka orang tuanya juga juga membantu kesuksesan anak dengan riyadloh dirumah terutama ibunya” tutur Ibu Nyai Hj. Bashirotul Hidayah M.Pd.I.

 

Selanjutnya, amanat pengasuh disampaikan oleh Abah KH. Abdul Kholiq Hasan, selaku pengasuh PP Al Amanah. Beliau menegaskan bahwa yang telah disampaikan oleh Ibu Nyai sangat perlu dilakukan oleh para walisantri. “Perlunya walisantri mengikhlaskan, meridloi, memberikan rizqy yang halal dan memberikan contoh pada saat anak-anaknya berada dirumah. Murid itu كالقلم بين اصابع, seperti pena dijari-jarinya guru. Murid itu apa jarene guru. Dia tidak punya keinginan kecuali keinginan guru.” tutur beliau.

 

Acara ditutup dengan mushofahah antara santri dengan ibu nyai disusul oleh para wali santri. Tak dapat dipungkiri, saat mushofahah berlangsung senang, haru dan sedih menjadi satu. Disamping merasa senang karena melihat anaknya akan masuk ke pesantren, namun juga ada rasa haru karena harus rela melepas anaknya untuk menuntut Ilmu dan belajar hidup mandiri yang jauh dari rumah. Setelah itu para walisantri melepas kepergian sang anak dengan iringan harapan dan doa yang tulus.

Oleh : Izzatur Rahmah

Editor : Tim Jurnalistik Al Amanah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar