(Al-Amanah) – Sebagai wujud rasa syukur atas kelulusan santriwan dan santriwati yang berhasil menempuh ujian akhir dan resmi menyelesaikan Madrasah Diniyyah selama enam tahun. Pondok Pesantren Al-Amanah Bahrul Ulum baru saja menyelenggarakan acara Tasyakuran Kelas Akhir Madrasah Diniyyah pada Ahad (25/05/2025).
Bertempat di PP Al-Amanah 2 Ngledok, Mojokrapak, Tembelang Jombang. Acara perdana dilaksanakan pada tahun ini dan diikuti oleh 49 santri putri dan 25 santri putra tahun pelajaran 2023/2024, 59 santri putri dan 25 santri putra 2024/2025 beserta orang tua.
Rangkaian acara dibuka dengan penampilan Grup Al-banjari Riyadhul Mushtofa menambah susana semakin khidmat. Dilanjutkan dengan pembukaan oleh dua pembuka acara dua bahasa, Saudari Aisyah Azzahra dan Bilqis Tsuroyya, yang memandu acara dengan bahasa Arab dan Indonesia.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara In’amun Ni’am menjadikan keberkahan dalam acara tersebut. Sambutan wali santri yang diwakili oleh KH Muh. Ma’shum Chudlori yang juga menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya keberlanjutan pendidikan diniyyah.
Salah satu moment ikonik dalam acara ini ialah penayangan profil Madrasah Diniyyah PP Al-Amanah Bahrul Ulum, hal ini untuk mengenalkan lebih dalam mengenai kurikulum hingga prestasi yang ada di Madrasah Diniyyah PP Al-Amanah Bahrul Ulum.
Sambutan kepala Madrasah Diniyyah oleh Agus Muh. Hasan Musthofa, S.Ag. Beliau memberi pesan kepada para santri kelas akhir bahwa selesai dari pendidikan Madrasah Diniyyah bahwa dalam sepanjang hidup harus dipenuhi dengan ilmu-ilmu yang bisa diamalkan.
Dilanjutkan dengan pembacaan surat kelulusan dan pembacaan santri terbaik oleh Ning Khadijah Bilqist Laily Rodliyah, S.Ag. Puncak acara ditandai dengan penyerahan syahadah kelulusan serta hadiah dan piagam penghargaan kepada para santri terbaik. Sekaligus pengarahan dari Ibu Nyai Hj. Bashirotul Hidayah M.Pd.I
“Tidak banyak orang yang mau menekuni secara serius dan sungguh-sungguh Tafaqqu fii Dinn, bagi kalian yang mampu menyelesaikan kurikulum Madrasah Diniyyah tentunya hal itu tidaklah mudah. InsyaAllah kalian dikersaaken Allah menjadi Khoirunnass dan menjadi penerus para ulama’ di masa depan. ” Pesan Ibu Nyai Hj Bashirotul Hidayah, M.Pd.I kepada para santri.
Penampilan baca kitab oleh santri terbaik munaqosyah terbuka qiro’atul kitab, santri putri oleh Ghina Mutiara asal Palembang sedangkan santri putra oleh Muhammad Avicenna Al-Mauludi asal Jombang. Dalam penampilan ini parta walisantri, tamu undangan hingga pengasuh mendapat kesempatan untuk memberi pertanyaan. Dilanjutkan dengan penampilan lalaran nadzom oleh santri Madrasah Diniyahh PP Al-Amanah Bahrul Ulum.
Acara diakhiri dengan mauidhoh hasanah sekaligus do’a oleh KH Abdul Kholiq Hasan, M.HI selaku pengasuh PP Al-Amanah dan Pesantren Yatama Indonesia Al-Fattah.

“Setiap orang yang berilmu pasti dicintai oleh Allah. Orang yang tidak berilmu bisa diberi jabatan, orang yang tidak dicintai allah bisa diberi harta. Tapi orang yang tidak dicintai Allah tidak akan diberi ilmu. Jadi Allah tidak akan memberikan ilmu kecuali pada orang yang cintai-Nya. Bersyukur, karena kalian dicintai oleh Allah. Buktinya kalian diberi ilmu oleh Allah,” nasehat Abah Kholiq kepada para santri menjadi penutu acara tersebut.
Red : Nazwa Aghnia
Tinggalkan Komentar