Beberapa hal yang harus menjadi pedoman seorang murid/santri menurut Abuya Al Habib Abdullah bin Muhammad Baharun:
Adab itu diatas ilmu (الادب فوق العلم). Orang alim yang tidak mempunyai adab maka kata-katanya tidak dapat dijadikan pedoman (hujjah). Sedangkan orang yang tidak pintar tetapi beradab lebih disukai oleh Allah
Imam Syafi’I bercerita : beliau tidak bisa minum ketika gurunya sedang melihatnya. Bahkan ia tidak membuka kitab dihadapan gurunya karena takut suara lembaran yang dibuka olehnya akan mengganggu gurunya.
Kita tidak tahu kapan Allah ridho kepada kita. Yang pasti Allah tidak akan ridho kepada murid/hamba yang tidak memiliki adab terhadap gurunya.
Suatu saat, saya bertanya kepada Abuya, “Wahai, Abuya, apakah ada cara khusus untuk mendapatkan ridho Allah dan ridho guru, Abuya?”. “Abuya menjawab :
لو صدق المريد لوجد شيخه امام الباب
“Jika santri memiliki perasaan jujur, tulus niat mencintai pada gurunya maka gurunyalah yang akan datang kehadapan muridnya. Dan cinta guru kepada muridnya bisa menyampaikan syafa’at untuk keluarganya”. Cara agar dapatصدق المريد yaitu dengan :
Jangan pernah merasa ragu pada gurumu karena itu akan menjadi hijab antara seorang murid dan gurunya.
Bahkan beberapa ulama’ mengatakan dosa berputus asa kepada Allah itu lebih besar daripada perbuatan maksiat yang dilakukan itu sendiri. Jangan mengecilkan rahmat Allah.Asy-Syaikh Abdul Qodir pernah ditanya oleh seseorang yang hidupnya dijalanan (homeless). Ia bertanya dengan 3 pertanyaan :
“Yaa Abdul Qodir, apakah Tuhanmu mampu menyinari bumi?” “Ya”,
“Yaa Abdul Qodir, apakah Tuhanmu mampu menumbuhkan pohon-pohon dibumi?” “Ya”,
“Yaa Abdul Qodir, apakah Tuhanmu mampu merubah keadaanmu menjadi sepertiku (gelandangan)?” Dengan menangis Asy-Syaikh menjawab : “Ya, mampu”.
Jika hawa nafsu tidak disibukkan pada sesuatu yang positif maka ia akan mulai menyibukkan kita melakukan hal-hal buruk. Hawa nafsu itu ibarat air didalam tungku diatas kompor. Semakin diperbesar apinya maka ia akan semakin panas.
(ilmu tanpa amal seperti pohon yang tidak berbuah) العلم بلاعمل كشجر بلاثمر
Abuya berkata : “Jangan menjadi pohon tanpa buah, jangan jadi santri yang tidak mengamalkan ilmu yang didapat”
*Disampaikan oleh Agus M. Hasan Musthofa pada Maulid Nabi 1444 di Aula Pondok Peantren Al amanah