Info Pondok
Rabu, 17 Apr 2024
18 Agustus 2023

Sebelum Lupa

Jumat, 18 Agustus 2023 Kategori : Karya Santri / Puisi

Merdeka

 

Malam 17 Agustus 1945, kediaman Laksamana Muda Maeda terdengar sangat sibuk. Berbagai diskusi, sedikit perdebatan dan segala hal menegangkan terjadi menjelang kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

 

Ketika fajar menyingsing, senyum mulai terbit merekah diwajah setiap orang. Rumusan kata itu merupakan puncak perjuangan dari segala keringat dan peluh yang telah dilakukan. Kini ia telah terbaca lantang dihadapan khalayak ramai.

 

Haru piruk pribumi bersorak-sorai terdengar menggema. Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Tepat pada 17 Agustus 1945, Indonesia dinyatakan telah merdeka. Bebas dari belenggu penjajah selamanya.

 

Kini, tak bukan tak lain kitalah penerusnya. 78 tahun Indonesia kita berdiri gagah. Semoga semakin renta usia Indonesia semakin gigih anak bangsanya mengisi kemerdekaan dengan segala hal membanggakan. Selalu.

 

Sebelum lupa

 

Sepucuk surat itu berjalan padaku

Seolah ingin aku memungutnya

Perlahan, kupungut kertas itu

Kini, Akulah pemenangnya

 

78 tahun kita merdeka

Semakin lama semakin lupa

Bumi kita telah renta

Namun, kita masih kuasa bergerak ria

 

Lupa, Indonesia menjerit payah

Sakit ketika ditusuk para penghuninya

Dengan sebilah pedang tanpa rupa

Putra-putri Indonesia Kalian kemana?

 

Denting waktu terus berporos

Selagi belum berhenti

Kejar mimpi Abadi

Merdeka kekal, selamanya

 

Oleh : Mauritsa Ahsana J

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar